Posisi pemain sejatinya bukanlah sesuatu yang kaku atau pakem. Sebab sebuah posisi lebih kepada fungsi, bukan jabatan. Makanya, jangan heran jika ada pemain dengan posisi gelandang kemudian menjadi bek, atau bek malah diubah jadi penyerang.
Karena yang menentukan dan bisa memastikan seorang pemain bola berada di posisi yang tepat dalam sebuah laga adalah pelatih. Tentu tergantung hasil analisis bakat dan talenta yang dimiliki pemain saat berlaga.
Contohnya saja Cristiano Ronaldo, posisi aslinya adalah winger tapi publik terlanjur lebih mengenalnya sebagai striker. Serupa dengan Lionel Messi yang juga sebetulnya pemain sayap. Di Tanah Air kita, pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla kabarnya cukup sering menukar posisi pemain.
Nah, kali ini juru taktik Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez juga menerapkan hal yang sama. Dilansir bolasport.com (7/3/2018), pria gaek asal Argentina tersebut membuat perubahan posisi sejumlah pemain. Salah satunya adalah Supardi Natsir.
Gomez mengatakan Supardi semula sering bermain di posisi bek sayap, namun kini ditempatkan sebagai penyerang sayap kanan. Ia memberikan gambaran bagaimana hebatnya nanti pergerakan kapten tim Maung Bandung itu.
Eks pelatih klub Malaysia, Johor Darul Ta'zim ini teryata membebaskan Supardi untuk bergerak lebih melebar ke sektor lainnya secara diagonal. Jadi bisa ke lini kanan maupun kiri hingga berduel di tengah. Hanya saja, tetap harus menjaga disiplin pada posisi utamanya.
Menurut Gomez, perubahan ini bertujuan untuk menyikapi situasi pertandingan yang kerap berubah. Hanya saja, keputusannya ini kemungkinan juga sebagai solusi alternatif bagi Persib yang memang membutuhkan penyerang.
Gomez tampaknya bertekad bukan mendatangkan pemain, tapi lebih berani lagi ingin mencetak pemain berkwalitas. Karena hal itulah tugas pelatih. Dengan meningkatkan skill atau kemampuan pemain, prestasi pun bisa diraih. Dan imbas positifnya nilai jual pemain juga kian terdongkrak.
Saat ini banderol Supardi Natsir berdasarkan transfermarkt.com (diakses 7/3/2018), berada di angka 100 ribu euro atau sekira Rp1,6 miliar. Meski tak muda lagi, namun siapa tahu nilainya kelak bakal berlipat ganda setelah dipoles oleh Gomez. Dimana ada kemauan, di situ ada jalan, begitu pesan orang bijak.
Sumber



